BELANG ABU-ABU, CERPEN DANISIRANG
Ilustrasi: Piwi/Arkalitera Belang berjalan pelan sambil menjinjitkan satu kaki belakangnya yang sakit. Nafasnya terengah-engah …
Ilustrasi: Piwi/Arkalitera Belang berjalan pelan sambil menjinjitkan satu kaki belakangnya yang sakit. Nafasnya terengah-engah …
Ilustrasi: Piwi/Arkalitera “Jadi kepada siapa pun yang berani membukukan puisinya, kita pantas angkat topi.” Kalimat itu ditulis …
Aku memakai kebaya encim putih dan jarik Sidomukti yang kubeli pada suatu bazar di Yogyakarta. Pakaian yang normalnya akan memb…
Ilustrasi: Piwi/Arkalitera ANATOMI GETAH Pisau menyayat pagi yang terlalu putih, kulit pohon berkeringat, menderu ke dalam ma…
Ilustrasi: Piwi/Arkalitera Masih dengan Kopi yang Sama, Nak : Untuk Para Penyaji Kopi Masih dengan racikan yang sama, Nak kopi sa…
Ilustrasi: Piwi/Arkalitera “Wahai Jingah, jika memang benar engkau yang menyembunyikan kakakku, tolong kembalikan dia. Saat i…